Minggu, 09 Maret 2014

Sajak Ku ^



Sajak Ku
Sajak ku masih menggambarkan dirimu
Ditemani rindu dan sepi setiap baitnya
Sajaku masih menunggu balasan darimu
Meski kau tak pernah menyadarinya

                Sajak ku masih mampu bertahan ditepi hidupnya
                Meski dirimu lebih sering melihat sajaknya
                Sajak ku lebih awal memperhatikanmu
                Meski ia hanya menuliskannya pada selembar kertas

Kertas sajaku penuh dengan ceritamu
Coretan kerinduan dan kepedulian sajaku
Hanya sajak ku terlalu takut untuk mengungkapkannya
Sajaknya lebih pantas untuk kau apresiasikan

                                Percayalah sajak ku tak pernah main main dalam baitnya
                                Percayalah sajak ku tak pernah menipu setiap tulisannya
                                Karna sajak ku diciptakan untuk menyampaikan
                                Menyampaikan setiap perasaan pengarangnya

Tapi sajaknya sudah menjadi bagian hidupmu
Sajak ku hanya menjadi debu disudut hidupmu
Akan hilang saat kau meniupnya
Akan sesak saat kau menghirupnya
Tapi sajak ku lebih pantas kau pertahankan, percayalah-