Sajak Ku
Sajak ku masih menggambarkan dirimu
Ditemani rindu dan sepi setiap baitnya
Sajaku masih menunggu balasan darimu
Meski kau tak pernah menyadarinya
Sajak ku
masih mampu bertahan ditepi hidupnya
Meski dirimu
lebih sering melihat sajaknya
Sajak ku
lebih awal memperhatikanmu
Meski ia
hanya menuliskannya pada selembar kertas
Kertas sajaku penuh dengan ceritamu
Coretan kerinduan dan kepedulian sajaku
Hanya sajak ku terlalu takut untuk mengungkapkannya
Sajaknya lebih pantas untuk kau apresiasikan
Percayalah
sajak ku tak pernah main main dalam baitnya
Percayalah
sajak ku tak pernah menipu setiap tulisannya
Karna
sajak ku diciptakan untuk menyampaikan
Menyampaikan
setiap perasaan pengarangnya
Tapi sajaknya sudah menjadi bagian hidupmu
Sajak ku hanya menjadi debu disudut hidupmu
Akan hilang saat kau meniupnya
Akan sesak saat kau menghirupnya
Tapi sajak ku lebih pantas kau pertahankan, percayalah-