Minggu, 20 Juli 2014

Kami Tunggu kalian Saudaraku



Teruntuk adikku tercinta di negri sana
Yang mata kecilnya selalu menyaksikan ledakan dan tangisan
Yang telinganya selalu mendengar gemuruh mencekam
Hatinya yang bersih dihantui ketakutan dan tertekan

Tawanya masih kujumpai dalam kepolosan hidupnya
Dirinya masih merassa aman saat sang bunda memeluknya
Sambil membisikkan di telinganya
Bahwa semua akan baik baik saja ada bunda disini

Hingga pagi itu tiba suara itu datang lagi
Namun pelukan itu tidak lagi dirasakan
Dia mencari sosok wanita itu wanita lembut itu
Hingga ia menangis dengan sejadi jadinya

Dia menginginkan pelukan itu tapi tak didapatkan
Hingga ada sosok yang memeluknya penuh erat
Tapi ini bukan pelukan lembut yang menenangkan
Sebenernya dimana sosok itu dimana wanita itu

Waktu berlalu aku besar tanpa merasakan pelukan itu lagi
Aku besar di negriku sendiri tapi tidak menenangkanku
Suara gemuruh itu menjadi mimpi burukku
Aku tidak bisa tenang aku tidak bisa merasakan semuanya baik

Jika yang kusaksikan hanya nyawa tak berdosa
Jika yang kulihat setiap bangunan yang hancur

Mereka mereka yang menghancurkannya
Mereka yang membunuh bundaku iya wanita itu bundaku

Mereka datang dengan senjata yang dapat membunuh seseorang
Mereka telah menghancurkan semuanya
Tapi aku yakin mereka tidak akan menghancurkan iman kami
Mereka tidak akan mampu menghancurkan persaudaraan kami

Jika di negri yang normal mimpi seseorang mungkin menjadi orang sukses
Tapi dinegri kami mimpi kami para pemuda adalah menyelamatkan negri
Mempertahankan tanah allah dan berjuang melawan mereka
Percayalah kami tidak akan pergi dari tanah ini

Bagaimanapun mereka membunuh saudara kami
Bagaimanapun mereka memperlakukan kereabat kami
Dengan bagaimanapun kami akan tetap disini memepertahankan tanah allah

Karna kami yakin saudara kami akan datang
Saudara muslim kami dari berbagai negri akan datang melawan mereka
Membalas setiap nyawa dengan balasan yang allah kehendaki
Kami yakin kalian akan datang saudaraku untuk membantu kami
Kami yakin dan kami akan menunggu kalian

Kami akan pastikan tanah ini tidak akan kembali
Kami pastikan karna kami yakin akan janji allah
Cepat datang saudaraku peluklah kami
Layaknya seorang ibu memeluk anaknya

Kami yakin doa kalian tidak ada hentinya bagi kami
Tapi kami ingin kalian bersikap nyata bagi kami
Bukan hanya diam dan menyaksikan pembantaian ini
Kami tunggu kalian di tanah gaza.......

Kamis, 03 Juli 2014

pendapatku dalam tulisanku



Negriku...
Kini dirimu sedang diperebutkan
Oleh mereka yang saling berpasangan
Mulut mereka sangat manis janji mereka penuh keindahan
Menyakinkan rakyatnya yang selama ini terabaikan

Sudah berkali negriku berganti pemimpinnya
Sudah berkali kami termakan janji indahmu
Kami tidak bodoh juga tidak buta
Kami tau kalian bukan mereka yang dulu memimpin
Tapi kami tidak semudahnya percaya pada ucapanmu

Telah lama kami terombang ambing kehancuran
Telah lama hidup kami tidak jelas
Masa depan putra putri kami, kami tidak tau
Kami tau itu salah kami, kami tau harusnya kami lebih berusaha

Tapi calon pemimpinku..
Selama ini kami tidak hanya diam, kami berusaha untuk hidup kami
Kami mencari apa yang bisa dimakan agar esok kami masih bisa hidup
Tapi mereka para pengusa negri ini
Membuat kami semakin susah, bahan bakar melambung tinggi
Bahan makanan ikut naik menyentuh langit diangkasa

Tapi yang kami liat di layar kaca
Para pilihan kami melenggang tanpa berdosa memakan uang kami
Mereka tersenyum tanpa malu datang ke gedung penghakiman

Lalu saat ini kalian berkata itu masa lalu
Kalian berjanji bahwa akan lebih baik jika kalian yang memimpin
Haruskah kami percaya? Haruskan?
Setelah berapa tahun ini kami tak kunjung mendapatkan yang dijanjikan
Dari pemimpin sebelum kalian....

Saat ini....
Pesta demokrasi katanyaa
Mereka berkampanye kesana kemari kepolosok tak tersentuh
Menjanjikan kehidupan lebih baik dan layak
Diantara pendukung kalian, kalian saling menghujat satu sama lain
Saling mencari kesalahan satu sama lain
Menjujung tinggi siapa yang mereka pilih
Mensanjung sanjungkan pilihannya dihadapan semua orang
Membuat sahabat menjadi tidak saling sapa
Separah itukah.......

Terkadang hatiku bertanya...
Apakah yang mereka sanjung akan mengingat kalian yang menyanjung
Saat mereka terpilih
Apakah sanjungan kalian benar tentang mereka
Apakah kalian yakin pilihan kalian akan merubah negri ini
Atau hanya akan membuat negri ini lebih parah lagi
Apakah kalian memang sudah benar benar mengenal mereka


Aku hanya orang awam
Aku tidak mengerti politik yang aku tau politik sangat kejam
Semua orang disana berjuang bukan untuk rakyat tapi tahta dan materi
Mereka mencari kekuasaan untuk diri dan keluarga mereka
Bukan maksudku menghujat mereka
Hanya itu yang aku liat dari setiap berita di layar kaca dan media massa
Kasus dinegri ini tidak ada yang selesai
Malah justru semakin bertambah

Pelecahan penganiyaan pembunuhan pencurian apalagi setelah ini?
Iya, aku tidak boleh menyalahkan pemimpinnya
Tapi didalam sholat saat seorang imam sujud semuapun bersujut
Aku rasa didalam negarapun pasti seperti itu

“Menjadi seorang pemimpin apalagi pemimpin sebuah negri yang kaya dan besar ini tidak mudah”
Aku tau itu, lalu mengapa mereka berlomba lomba menjadi pemimpin?
Apa mereka tidak takut akan tanggung jawab yang mereka akan tanggung?
Karena jika ada satu  binatang saja yang terperosok saat melewati jalan yang jelek
Itu adalah kesalahan pemimpinnya....

Lalu untuk saat ini, janganjan binatang
Manusia pun banyak yang terjatuh karna jalan yang jelek
Banyak yang meninggal karna kelaparan
Bagaimana dengan tanggung jawab pemimpinku? Dimana mereka?
Yang dulu berjanji ini dan itu, menjanjikan yang indah

Ini hanya uraian yang ingin aku tulis sebagai renunganku-

Sabtu, 21 Juni 2014

Seadil Itukah perasaanmu?



Seadil itukah perasanmu?
Memberi satu senyum sama seperti senyum pada lainnya
Menanam satu harapan pada harapan lainnya
Tak terbesitkah satu nama yang ingin kau bahagiakan
Tak terlintaskan satu rindu yang hanya ingin kau sampaikan
Tak takutkah sikapmu meyakiti seseorang
Tak lelahkah kau slalu berpura pura ramah dan menyenangkan

Dirimu...
Mungkin idaman mereka atau mungkin aku?
Tapi diriku tak pernah ingin jadi bagian mereka sekalipun mereka istimewa
Aku lebih memilih menjadi biasa tapi satu satunya
Aku lebih memilih menjadi yang kau acuhkan tapi pasti
Tapi pilihanku harus kau pantaskan dengan pilihanmu
Aku ingin semuanya berakhir apapun akhirnya

Aku ingin....
Kau mengakhiri semuanya apapun yang akan kau akhiri

Tapi....
Apa aku siap saat kau justru jatuh hati pada yang lain
Apa aku siap karna semunya berakhir sesuai kenyataan tapi bukan harapan
Apa aku siap mendapatkan sikap acuhmu lagi
Apa aku siap??

Aku akan siap dan pasti siap
Aku pernah menjalani ini melupakan seseorang
Mungkin tak sama tapi serupa

Sekarang untukmu...
Apa kamu siap melepaskan semuanya
Apa kamu siap menunjuk satu yang menurutmu terbaik
Kamu laki laki seorang yang tegas yang berani mengambil keputusan
Cepat atau lambat kau akan mengakhiri semuanya
Sekarang ataupun nanti, percayalah
Percayalah secepatnya itu lebih baik
Sebelum ada yang terluka (lagi)

Untukmu yang aku harap cepat mengakhiri~

Kamis, 19 Juni 2014

Ini aku



Penantian ini bukan tanpa alasan
Penantian ini bukan waktu yang sebentar,
Aku pernah benar benar mejatuhkan air mata karnamu
Aku pernah benar benar tertawa senang karna sikapmu
Aku pernah benar benar lari dari semua kenyataan
Aku pernah merasa sangat cemburu pada dirimu
Khawatir pada dirimu, rindu padamu dan menantimu
Aku pernah merasakan semuanya...

Aku pernah kau abaikan dengan amat sangat
Tapi akupun pernah kau sambut baik
Aku pernah putus asa dan menyesal karnamu
Tapi akupun pernah bersyukur dan semangat karnamu
Aku pernah merasa sangat benci dan tak ingin bertemu kau lagi
Tapi akupun pernah sangat suka dan berharap kita akan terus bertemu
Kau pernah menganggapku tidak ada
Tapi kaupun pernah melihat dan peduli padaku

Aku memang tidak pernah mengetahui apa yang kau rasakan
Tapi setidaaknya kau tau bahwa semua perasaan pernah ku rasakan
Aku memang tidak pernah tau bagaimana dirimu
Tapi setidaaknya kau tau inilah diriku
Aku mungkin tidak tau bagaimana sikapmu dengan yang lain
Tapi aku tidak akan melakukan hal serupa pada siapapun
Tapi aku tidak akan merasakan ini dengan yang lain
Kalaupun aku merasakannya itu pasti karna dirimu....
Karna dirimu sudah terlalu lama buatku bertahan
Karna dirimu sudah terlalu lama mengabaikan
Karna dirimu sudah terlalu lama penuh keabu abuan

Jika kau pernah merasakannya
Ceritakan padaku bagaimana dirimu
Ceritakan padaku apa yang sudah kau rasakan
Ceritakan padaku pernahkan kau merasa senang saat namaku ada di pesan singkat  mu
Ceritakan padaku bagiaman sikapmu dengan yang lain

Agar aku tidak selalu seperti ini
Agar diriku tidak selalu merasa senang tapi waspada
Agar aku tidak merasa sedih tapi sebenarnya aku senang
Agar aku tidak merasa semuanya semu dan maya
Agar aku merasa kau tidak pernah sejahat pikiranku

Bukan maksudku menuntutmu
Bukan maksudku ingin tahu tentangmu
Aku hanya butuh sebuah jawaban dari pertayan yang membuatku muak
Aku hanya butuh.....dirimu menjawabnya
Bukan untuk memiliki hubungan denganmu
Bukan untuk memilikimu,
Sama sekali bukan...
Ini aku-
Novalda, 14 juni 2014

Kamis, 29 Mei 2014

Tentang Perpisahan



"Ketika daun yang sudah kering jatuh ketanah, ketika lilin yang semakin lama semakin habis.
Ketika matahari berganti bulan, siang berganti malam, hadir berganti hilang.
Dan ketika pertemuan menjadi sebuah perpisahan"


          Sepenggal uangkapan yang saya sampaikan. Sudah menjelaskan bahwa di kehidupan semua akan berganti. Pohon yang awalnya selalu diinjak saat ini tumbuh menjadi pohon yang besar. Yang jangnkan untuk menginjaknya kembali untuk mengambil satu daunnya saja seseorang harus berjuang. 
 
          Itu semua karna waktu. Waktu sudah berganti kesedihan dan kesabaran menghasilkan hal yang mengesankan. Waktu membuat segalanya berubah, waktu mengganti siang yang penuh cahaya menjadi malam yang sangat gelap. Waktu mengubah tawa yang ceria menjadi tangis yang sangat dalam. Waktu mengubah perasaaan sayang menjadi benci yang luar biasa, atau mungkin sebaliknya. Waktu juga yang berperan mengubah sebuah pertemuan menjadi perpisahan. Mengubah suatu kebiasaan menjadi kenangan. 

KARNA DISETIAP PERTEMUAN PASTI ADA PERPISAHAN. JIKA TIDAK INGIN BERPISAH JANGAN PERNAH BERTEMU.

          Iya perpisahan, hal yang mungkin saat ini sedang banyak orang alami. Terutama para pelajar SMA yang akan meneruskan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. perpisahan memang ditakutkan oleh semua orang. Tidak memandang muda atau tua, kaya atau miskin, pintar atau bodoh, sakit atau senang. Perpisahan dirasakan oleh semua orang dan itu PASTI terjadi.

         
          Perpisahan penuh tangis dan kenangan. Tangis karna kemungkinan kita tidak akan bertemu lagi, dan kenangan yang dahulu adalah sebuah kebiasaan. 

          Tawa renyah yang selalu ada didalam kelas kini sudah tidak terdengar lagi, kemarahan yang membara yang membuat emosi setiap orang memuncak kini hanya menjadi bisu. Cerita cerita hati yang dulu menjadi santapan pagi kepada teman sebnagku kini hanya tinggal dikepala, sikap konyol yang selalu ada disetiap hari kini hanya menjadi tawa sendiri bukan lagi bersama, tugas tugas yang membuat jam tidur berkurang kini hanya menjadi coretan di kertas. Perdebatan yang menjadi setiap orang harus menerima kekalahannya saat ini hanya menjadi suara sumbang tak terdengarkan, tulisan tulisan penuh ilmu dan arti dipapan tulis kini  telah hilang hilang bersama waktu. Jika saat ini aku duduk ditempatku dulu menuntut ilmu, akan ku lihat teman sebangkuku datang dengan kekasihnya. Tak lama temanku yang lain datang dan kelas mulai terasa ramai, sampai akhirnya dia datang iya dia yang menjadi penyemangatku dia yang membuat hariku penuh warna. Tapi tak lama semuanya lenyap keramaian itu hilang dan dia juga hilang. Saat ini tinggal sepi, dan aku sadar bahwa kami sudah berpisah.

          Selamat tinggal kawan, kelulusan sudah kita dapatkan. Kehidupan yang sesungguhnya akan kita hadapi. Kita harus menjadi pohon yang besar, harus menjadi matahari yang bersinar, menjadi ombak laut yang hebat. Tapi tetap menjadi padi yang senantiasa merunduk, tetap menjadi  hamba yang rendah hati dan senantiassa mencintai orang tua. 

          Terimakasih untuk semuanya untuk tawa, tangis, canda, marah, perdebatan, keegoisan, cinta dan ketulusan. Terimakasih untuk semuanya, pasti akan merindukan sosok seperti kalian merindukan kenangan kita. Dan semoga saat kita bertemu kita semua sukses harus sukses!!

          Spesial untuk dia, terimakasih dan selamat tinggal. Mungkin kita tidak bertemu lagi atau akan terus bertemu yang pasti aku harap kamu merindukanku suatu hari nanti yaa :D

                                     
                   21 mei 2014  ollallaa...