Kepada matahari yang slalu
bersinar
Di persimpangan jalan mereka
berharap
Suara sumbang mereka
persembahkan
Demi koin tak bertuan
Biru dan merah
menjadi saksi
Setiap hantangan
tangan pemurka
Hanya karna koin tak
berlipat
Mereka mengais
tulang pembuangan
Di tengah mewahnya kereta pribadi
Di tengah rapinya pakaian berdasi
Mereka berjalan tanpa alas kaki
Dengan pakaian tak berganti
Mereka tak
mengarapkan...
Istana
megah dengan kereta mewah
Mereka tak
mengharapkan...
Makan enak
dan berlian berganti
Hanya selembar kertas lusuh bernilai
didompetmu
Yang kau beri saat suaranya terdengar
yang mereka harapkan
Mereka bukan malas untuk bekerja
Tapi mereka berdasi yang mengabaikan
-Kepadamu
Pengamen Jalanan-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar