|
"Ketika daun yang sudah kering jatuh ketanah, ketika
lilin yang semakin lama semakin habis.
Ketika matahari berganti bulan, siang berganti
malam, hadir berganti hilang.
Dan ketika pertemuan menjadi sebuah perpisahan"
|
Itu semua karna waktu. Waktu sudah
berganti kesedihan dan kesabaran menghasilkan hal yang mengesankan. Waktu
membuat segalanya berubah, waktu mengganti siang yang penuh cahaya menjadi
malam yang sangat gelap. Waktu mengubah tawa yang ceria menjadi tangis yang
sangat dalam. Waktu mengubah perasaaan sayang menjadi benci yang luar biasa,
atau mungkin sebaliknya. Waktu juga yang berperan mengubah sebuah pertemuan
menjadi perpisahan. Mengubah suatu kebiasaan menjadi kenangan.
|
KARNA DISETIAP PERTEMUAN PASTI ADA PERPISAHAN. JIKA
TIDAK INGIN BERPISAH JANGAN PERNAH BERTEMU.
|
Perpisahan penuh tangis dan kenangan.
Tangis karna kemungkinan kita tidak akan bertemu lagi, dan kenangan yang dahulu
adalah sebuah kebiasaan.
Tawa renyah yang selalu ada didalam
kelas kini sudah tidak terdengar lagi, kemarahan yang membara yang membuat
emosi setiap orang memuncak kini hanya menjadi bisu. Cerita cerita hati yang
dulu menjadi santapan pagi kepada teman sebnagku kini hanya tinggal dikepala,
sikap konyol yang selalu ada disetiap hari kini hanya menjadi tawa sendiri
bukan lagi bersama, tugas tugas yang membuat jam tidur berkurang kini hanya
menjadi coretan di kertas. Perdebatan yang menjadi setiap orang harus menerima
kekalahannya saat ini hanya menjadi suara sumbang tak terdengarkan, tulisan
tulisan penuh ilmu dan arti dipapan tulis kini
telah hilang hilang bersama waktu. Jika saat ini aku duduk ditempatku
dulu menuntut ilmu, akan ku lihat teman sebangkuku datang dengan kekasihnya.
Tak lama temanku yang lain datang dan kelas mulai terasa ramai, sampai akhirnya
dia datang iya dia yang menjadi penyemangatku dia yang membuat hariku penuh
warna. Tapi tak lama semuanya lenyap keramaian itu hilang dan dia juga hilang.
Saat ini tinggal sepi, dan aku sadar bahwa kami sudah berpisah.
Selamat tinggal kawan, kelulusan sudah
kita dapatkan. Kehidupan yang sesungguhnya akan kita hadapi. Kita harus menjadi
pohon yang besar, harus menjadi matahari yang bersinar, menjadi ombak laut yang
hebat. Tapi tetap menjadi padi yang senantiasa merunduk, tetap menjadi hamba yang rendah hati dan senantiassa
mencintai orang tua.
Terimakasih untuk semuanya untuk tawa,
tangis, canda, marah, perdebatan, keegoisan, cinta dan ketulusan. Terimakasih
untuk semuanya, pasti akan merindukan sosok seperti kalian merindukan kenangan
kita. Dan semoga saat kita bertemu kita semua sukses harus sukses!!
Spesial untuk dia, terimakasih dan
selamat tinggal. Mungkin kita tidak bertemu lagi atau akan terus bertemu yang pasti aku harap kamu
merindukanku suatu hari nanti yaa :D
21 mei
2014 ollallaa...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar