Senin, 28 Oktober 2013

- coretan -


Mungkin hanya sebuah kata, memang tak berarti apa apa
Ini hanya sebuah hasil dari jentikan jari yang menari,
Mungkin hanya seluruh deretan huruf yang saling terpadu
Tidak punya arti memang, jika kau hanya membacanya
Tapi ini sebuah ungkapan yang tak mampu tuk disampaikan
Sederet rasa dan asa yang tak mungkin tuk diucapkan,

Mungkin kau tidak merasakan apa pun saat membacanya
Mungkin juga kau hanya paham tanpa terhipnotis
Tidak salah memang,
karna ini hanya sebuah huruf yang menjadi kata dan berubah menjadi  kalimat
kalimat yang menjelaskan isi, bukan isi sebuah jawaban tapi isi sebuah perasaan
sudah jelas bahwa kata yang tersusun ini memiliki arti
kau harus membacanya lagi, jangan hanya dengan mulut
tapi juga dengan hati, agar kau dapat merasakan
setiap arti dari jentikan jari ini,
agar kau dapat merasakan setiap rasa dan asa jari ini
bukan hanya rasa dan asa, tapi juga cemburu dan rindu
kau harus membacanya, jika ingin merasakan
kau harus membacanya dengan hati, iyaa.... dengan hatimu....


 tidak akan pernah ada kata menunggu, jika tidak ada hal yang berarti,
Tidak akan ada rasa khawatir, jika tidak ada rasa peduli,
Aku tidak mungkin murung, saat melihat kau dengan yang lain,
Jika tidak ada cemburu, tidak akan ada cemburu jika tidak akan ada cinta,
Tidak akan pernah ada rasa cinta, jika aku tidak melihatmu ..

Memang kamu tidak lelah?
Aku hanya manusia, bukan malaikat
Perasaan lelah itu selalu datang, datang lagi, dan pergi
Bukan hanya lelah tapi juga resah, aku tidak tau resah karna apa
Mungkin lelah berharap kehadiran kau, tapi kini harapan itu tak ada lagi

Lalu apa yang kau tunggu?
Aku tidak tau, aku tidak tau menunggu apa, aku sudah nyaman dengan semua ini aku nggak bangkit
Tidak aku tidak nyaman, aku terbelenggu
Terbelenggu oleh rasa yang kubuat sendiri, jangan kau fikir aku tak pernah bangkit
Aku selalu mencoba bangkit tapi aku kembali, entah karna apa...”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar