Senin, 11 November 2013


‘Antara Bintang, Perasaan Aku Dan Kamu, Serta Kesalahan Ini ’

1.jpg          Di malam yang dingin ini, aku dan kamu bersama hal yang tidak pernah ku pikirkan sebelumnya. Aku yang saat itu dengan senyum bahagiaku menatap langit sambil bercerita banyak tentang bintang, hal yang paling aku kagumi dalam dunia ini. Aku tidak bisa menutupi segala kebahagiaanku aku berada diantara dua hal yang selalu membuatku tersenyum kamu dan bintang. Aku yang selalu bercerita banyak tentang bintang dan mengajakmu untuk melihat bintang. Tapi kamu hanya diam...diam tanpa sepatah katapun keluar. Yang kamu lakukan bukan menatap langit untuk melihat bintang dan menyukai hal yang aku sukai. Yang kamu lakukan hanya diam dan menatap lurus kedepan atau melihatku sebentar. Seharusnya kamu bisa menyukai apa yang aku sukai, seharusnya kamu ikut melihat apa yang aku lihat agar kita memiliki kesamaan. Tapi apalah daya kau hanya diam tanpa menanggapi segala ucapanku bahkan saat aku berkata “ cahaya bintang tidak akan mampu membuat hatiku berdegup kenyang seperti saat melihat senyum seorang insan ciptaan Sang Maha Kuasa ” sebuah kode bahwa kau insan itu yang lebih indah dari bintang kau hanya diam tanpa menanggapi ucapanku dan tidak ikut denganku menatap langit dan melihat bintang. Hal yang aku kagumi selama ini. Dan aku sadar, teryata kau tidak menyukaiku—
                                                                                                                  
          Di malam yang dingin ini, aku dan kamu duduk ditempat yang sama. Kamu yang selalu memandang langit dan bercerita tentang semua bintang yang ada di tata surya. Aku tidak menyangka mengapa kamu sangat menyukai bintang, kamu bercerita banyak tentang bintang dan segala hal di tata surya. Kamu banyak mengetahui tentang tata surya. Aku jadi berfikir apa kamu tau semua tentangku. Sepertinya tidak, untuk mengalihkan pandanganmu padaku saja kau tidak sempat. Kau hanya memandang langit memuji setiap cahaya yang dihasilkan bintang. Kamu tidak melihat setiap pandangan cemburuku pada bintang, seharusnya aku tidak cemburu tapi aku cemburu. Ah lelaki macam apa aku ini, cemburu pada benda mati seperti bintang. Dan saat kau berkata “ cahaya bintang tidak akan mampu membuat hatiku berdegup kenyang seperti saat melihat senyum seorang insan ciptaan Sang Maha Kuasa ” kata kata itu membuat seketika diriku merasa percaya diri bahwa kau menyukaiku tapi perasaan itu hancur dan hilang saat kau berkata “ tapi cahaya bintang dapat menenangkanku dari senyum insan itu “ ahh aku sadar teryata bintang jauh berharga dari seseorang yang dari tadi mendengar ucapan kosongnya tentang bintang. Teryata kau tidak bisa membaca bahwa diriku jatuh cinta padamu, bahwa diriku rindu padamu. Kau hanya memandang yang jauh diatas sana tapi tak melihat aku yang disampingmu. Dan aku sadar, teryata kau tidak menyukaiku—


                                                                                                                  
-Selalu ada salah paham diantara cinta sebelum cinta itu diungkapkan-
11 november 2013
            pertiwinovalda@yahoo.com
@ollallaa_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar