‘Antara Bintang, Perasaan Aku Dan Kamu, Serta Kesalahan Ini ’
Di malam yang dingin ini, aku dan kamu
bersama hal yang tidak pernah ku pikirkan sebelumnya. Aku yang saat itu dengan
senyum bahagiaku menatap langit sambil bercerita banyak tentang bintang, hal
yang paling aku kagumi dalam dunia ini. Aku tidak bisa menutupi segala
kebahagiaanku aku berada diantara dua hal yang selalu membuatku tersenyum kamu
dan bintang. Aku yang selalu bercerita banyak tentang bintang dan mengajakmu
untuk melihat bintang. Tapi kamu hanya diam...diam tanpa sepatah katapun keluar.
Yang kamu lakukan bukan menatap langit untuk melihat bintang dan menyukai hal
yang aku sukai. Yang kamu lakukan hanya diam dan menatap lurus kedepan atau
melihatku sebentar. Seharusnya kamu bisa menyukai apa yang aku sukai,
seharusnya kamu ikut melihat apa yang aku lihat agar kita memiliki kesamaan. Tapi
apalah daya kau hanya diam tanpa menanggapi segala ucapanku bahkan saat aku
berkata “ cahaya bintang tidak akan mampu membuat hatiku berdegup kenyang
seperti saat melihat senyum seorang insan ciptaan Sang Maha Kuasa ” sebuah kode
bahwa kau insan itu yang lebih indah dari bintang kau hanya diam tanpa
menanggapi ucapanku dan tidak ikut denganku menatap langit dan melihat bintang.
Hal yang aku kagumi selama ini. Dan aku sadar, teryata kau tidak menyukaiku—
Di malam yang dingin ini, aku dan kamu
duduk ditempat yang sama. Kamu yang selalu memandang langit dan bercerita
tentang semua bintang yang ada di tata surya. Aku tidak menyangka mengapa kamu
sangat menyukai bintang, kamu bercerita banyak tentang bintang dan segala hal
di tata surya. Kamu banyak mengetahui tentang tata surya. Aku jadi berfikir apa
kamu tau semua tentangku. Sepertinya tidak, untuk mengalihkan pandanganmu
padaku saja kau tidak sempat. Kau hanya memandang langit memuji setiap cahaya
yang dihasilkan bintang. Kamu tidak melihat setiap pandangan cemburuku pada
bintang, seharusnya aku tidak cemburu tapi aku cemburu. Ah lelaki macam apa aku
ini, cemburu pada benda mati seperti bintang. Dan saat kau berkata “ cahaya
bintang tidak akan mampu membuat hatiku berdegup kenyang seperti saat melihat
senyum seorang insan ciptaan Sang Maha Kuasa ” kata kata itu membuat seketika
diriku merasa percaya diri bahwa kau menyukaiku tapi perasaan itu hancur dan
hilang saat kau berkata “ tapi cahaya bintang dapat menenangkanku dari senyum
insan itu “ ahh aku sadar teryata bintang jauh berharga dari seseorang yang
dari tadi mendengar ucapan kosongnya tentang bintang. Teryata kau tidak bisa
membaca bahwa diriku jatuh cinta padamu, bahwa diriku rindu padamu. Kau hanya
memandang yang jauh diatas sana tapi tak melihat aku yang disampingmu. Dan aku
sadar, teryata kau tidak menyukaiku—
-Selalu ada
salah paham diantara cinta sebelum cinta itu diungkapkan-
11
november 2013
@ollallaa_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar