Senin, 06 Januari 2014

Pilihan Harapan


            Saat matahari masih malu menampakan dirinya, dan udara masih sangat dingin, air embunpun masih enggan beranjak dari dedaunan tapi, suara ayam berkokok sudah terdengar dengan lantangnya. ada beberapa orang yang masih berada di alam mimpi, tapi ada diantara mereka yang sedang sarapan bahkan ada diantara mereka yang sedang diperjalanan untuk mencari nafkah atau sekolah. Mereka berangkat sepagi itu bukan tanpa alasan, mereka berangkat sepagi itu karna tempat mereka bekerja atau sekolah sangat jauh dari tempat tinggal mereka. Adapula diantara mereka yang masih terkantuk karna semalam suntuk berkutat dengan tugas dan pekerjaannya.
                Itulah hidup selalu ada perbedaan dan pilihan. Mereka yang masih bermalasan dan bahkan yang masih berada di alam mimpi adalah mereka dengan pilihan mereka. Mungkin ada sebagian dari mereka yang baru pulang kerja malam tadi hingga saat suara lantang ayam terdengar dia masih berada di dalam mimpi. Atauu... ada diantara mereka yang begadang semalam entah untuk apa, hingga saatnya semua orang terbangun dan berusaha nerubah nasib hidupnya dia masih berada di dalam kamarnya tidur dengan pulasnya. Itu adalah pilihan hidup mereka, salah jika “nasib itu harus diterima” karna bagaimana seseorang dimasa depan adalah jawaban atas pilihannya dimasa lalu. Seorang murid yang belajar dengan sungguh sungguh pasti akan mendapatkan nilai yang baik, tapi bila nilai mereka masih kecil saat berusaha dengan sungguh sungguh mungkin ada yang belum benar dengan belajar yang dilakukan atau allah punya nilai lain yang lebih baik untuk dirinya. Begitupun dengan seorang murid yang bermalas malasan dia akan mendapatkan apa yang dia pilih.
                “setiap pilihan ada resikonya” tentu saja. Seorang siswa yang rajin belajar mungkin akan kehilangan waktu berkumpul dan bermain bersama teman temannya sedangkan mereka yang malas belajar akan mendapatkan nilai yang buruk. Seperti yang dikatakan diatas mereka yang sudah berangkat kerja atau sekolah saat matahari masih malu malu masa depannya akan lebih baik dari mereka yang bermalas malasan di pulau kapuk. Namun, tidak dapat dipungkiri setiap pilihan seseorang menjadi perbedaan yang berwarna bagi dunia. Setiap orang memiliki pilihannya masing masing. Dan pilihan itu didasari atas komitmen setiap orang. Seperti saat seseorang memilih menyakiti seseorang dengan membununya secara langsung atau dengan membunuhnya secara perlahan, itu ada pilihan. Menurut sebagian orang mungkin akan lebih baik dengan membunuhnya secara langsung tapi menurut sebagian lagi secara perlahan jauh lebih baik karna secara langsung terlalu biadap. Entahlah..
                Walaupun setiap pilihan seseorang berbeda ada satu hal yang pasti dimiliki oleh semua orang, hal itu muncul saat mereka membuka mata bangun dari mimpi indahnya, saat mereka melihat seseorang, melihat suatu benda, atau saat mereka berada pada awal hari,bulan, atau tahun. Hal itu bernama “HARAPAN” setiap orang tua atau muda, besar atau kecil pasti pernah berharap. Hanya karna harapan itu berada pada hati dan pikiran seseorang sehingga tidak ada satu orangpun yang tau apa yang diharapkan orang disebelahnya saat itu. Saat pagi hari datang setiap orang banyak berharap. Jika setiap harapan dapat dilihat di langit mungkin pagi adalah saat yang banyak tertulis harapan. Seorang pasien rumah sakit berharap pagi ini dokter mengatakan bahwa dia sembuh, seorang ayah berharap pagi ini pekerjaan ya tidak banyak hingga dia bisa beristirahat dengan awal, seorang ibu berharap anak-anaknya diberi kemudahan dalam belajar, dan diberi kesehatan untuk menyelesaikan tugas-tugas rumahnya. Seorang pilot dan penumpang pesawat berharap pagi ini cuaca cerah, tapi beberapa anak ojek payung berharap hari ini hujan deras. Seorang murid berharap hari ini semua pelajaran dapat diikuti dengan baik. Seorang pemilik toko berharap pagi ini banyak pembeli. Ada banyak sekali harapan yang diharapkan oleh setiap manusia pagi itu, tapi setiap harapan orang berbeda beda. Ada yang sama atau mungkin bertolak belakang seperti halnya pilot dan seorang ojek payung.
                Itu harapan disaat pagi, ada harapan saat bertemu seseorang berharap orang itu tersenyum, menyapannya atau apa pun itu. Begitu banyak harapan setiap orang. Tapi...saat seseorang berani untuk berharap dia harus berani untuk kecewa. Karena apa? Karena tidak semua harapan menjadi kenyataan. Karna harapan adalah sebuah doa. Dan tidak semua doa itu diijabah, tidak semua yang diharapkan adalah hal yang terbaik atau mungkin terindah. Percayalah berharap, bermimpi adalah hal yang mutlak ada pada diri seseorang tapi yang maha mengetahui atas apa yang terbaik untuk diri kita adalah ALLAH. Dan percayalah bahwa sebaik apapun mimpi dan harapan kita jika tidak terdapat usaha dan doa hanya akan menjadi abu yang terbang terbawa angin.
-          Novalda Pertiwi -
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar