Saat
matahari masih malu menampakan dirinya, dan udara masih sangat dingin, air
embunpun masih enggan beranjak dari dedaunan tapi, suara ayam berkokok sudah
terdengar dengan lantangnya. ada beberapa orang yang masih berada di alam
mimpi, tapi ada diantara mereka yang sedang sarapan bahkan ada diantara mereka
yang sedang diperjalanan untuk mencari nafkah atau sekolah. Mereka berangkat
sepagi itu bukan tanpa alasan, mereka berangkat sepagi itu karna tempat mereka
bekerja atau sekolah sangat jauh dari tempat tinggal mereka. Adapula diantara
mereka yang masih terkantuk karna semalam suntuk berkutat dengan tugas dan pekerjaannya.
Itulah hidup selalu ada
perbedaan dan pilihan. Mereka yang masih bermalasan dan bahkan yang masih
berada di alam mimpi adalah mereka dengan pilihan mereka. Mungkin ada sebagian
dari mereka yang baru pulang kerja malam tadi hingga saat suara lantang ayam
terdengar dia masih berada di dalam mimpi. Atauu... ada diantara mereka yang
begadang semalam entah untuk apa, hingga saatnya semua orang terbangun dan
berusaha nerubah nasib hidupnya dia masih berada di dalam kamarnya tidur dengan
pulasnya. Itu adalah pilihan hidup mereka, salah jika “nasib itu harus diterima”
karna bagaimana seseorang dimasa depan adalah jawaban atas pilihannya dimasa
lalu. Seorang murid yang belajar dengan sungguh sungguh pasti akan mendapatkan
nilai yang baik, tapi bila nilai mereka masih kecil saat berusaha dengan
sungguh sungguh mungkin ada yang belum benar dengan belajar yang dilakukan atau
allah punya nilai lain yang lebih baik untuk dirinya. Begitupun dengan seorang
murid yang bermalas malasan dia akan mendapatkan apa yang dia pilih.
“setiap pilihan ada resikonya”
tentu saja. Seorang siswa yang rajin belajar mungkin akan kehilangan waktu
berkumpul dan bermain bersama teman temannya sedangkan mereka yang malas
belajar akan mendapatkan nilai yang buruk. Seperti yang dikatakan diatas mereka
yang sudah berangkat kerja atau sekolah saat matahari masih malu malu masa
depannya akan lebih baik dari mereka yang bermalas malasan di pulau kapuk. Namun,
tidak dapat dipungkiri setiap pilihan seseorang menjadi perbedaan yang berwarna
bagi dunia. Setiap orang memiliki pilihannya masing masing. Dan pilihan itu
didasari atas komitmen setiap orang. Seperti saat seseorang memilih menyakiti
seseorang dengan membununya secara langsung atau dengan membunuhnya secara
perlahan, itu ada pilihan. Menurut sebagian orang mungkin akan lebih baik
dengan membunuhnya secara langsung tapi menurut sebagian lagi secara perlahan
jauh lebih baik karna secara langsung terlalu biadap. Entahlah..
Walaupun setiap pilihan
seseorang berbeda ada satu hal yang pasti dimiliki oleh semua orang, hal itu
muncul saat mereka membuka mata bangun dari mimpi indahnya, saat mereka melihat
seseorang, melihat suatu benda, atau saat mereka berada pada awal hari,bulan, atau
tahun. Hal itu bernama “HARAPAN” setiap orang tua atau muda, besar atau kecil
pasti pernah berharap. Hanya karna harapan itu berada pada hati dan pikiran
seseorang sehingga tidak ada satu orangpun yang tau apa yang diharapkan orang
disebelahnya saat itu. Saat pagi hari datang setiap orang banyak berharap. Jika
setiap harapan dapat dilihat di langit mungkin pagi adalah saat yang banyak
tertulis harapan. Seorang pasien rumah sakit berharap pagi ini dokter
mengatakan bahwa dia sembuh, seorang ayah berharap pagi ini pekerjaan ya tidak
banyak hingga dia bisa beristirahat dengan awal, seorang ibu berharap
anak-anaknya diberi kemudahan dalam belajar, dan diberi kesehatan untuk
menyelesaikan tugas-tugas rumahnya. Seorang pilot dan penumpang pesawat
berharap pagi ini cuaca cerah, tapi beberapa anak ojek payung berharap hari ini
hujan deras. Seorang murid berharap hari ini semua pelajaran dapat diikuti
dengan baik. Seorang pemilik toko berharap pagi ini banyak pembeli. Ada banyak
sekali harapan yang diharapkan oleh setiap manusia pagi itu, tapi setiap
harapan orang berbeda beda. Ada yang sama atau mungkin bertolak belakang
seperti halnya pilot dan seorang ojek payung.
Itu harapan disaat pagi, ada
harapan saat bertemu seseorang berharap orang itu tersenyum, menyapannya atau
apa pun itu. Begitu banyak harapan setiap orang. Tapi...saat seseorang berani
untuk berharap dia harus berani untuk kecewa. Karena apa? Karena tidak semua
harapan menjadi kenyataan. Karna harapan adalah sebuah doa. Dan tidak semua doa
itu diijabah, tidak semua yang diharapkan adalah hal yang terbaik atau mungkin
terindah. Percayalah berharap, bermimpi adalah hal yang mutlak ada pada diri
seseorang tapi yang maha mengetahui atas apa yang terbaik untuk diri kita
adalah ALLAH. Dan percayalah bahwa sebaik apapun mimpi dan harapan kita jika
tidak terdapat usaha dan doa hanya akan menjadi abu yang terbang terbawa angin.
-
Novalda Pertiwi -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar