Rabu, 15 Januari 2014

" Hari itu "

Beberapa hari yang lalu, saat itu matahari sedang istirahat sehingga hujan datang menggantikan. Hampir seharian hari itu hujan turun tanpa hadirnya matahari. Hari itu merupakan hari yang paling enak untuk dirumah tidur dengan nyaman. Tapi kenyataannya gue harus pergi karna ada acara keluarga. Dengan keadaan hujan dan becek. Iya tentu saja dengan sedikit keterpaksaan, tapi..ada beberapa hal yang menjadi pelajaran buat gue. Dan salah satu pelajarannya adalah ikhlas, iya saat diri gue ingin istirahat dirumah bersama dengan makan mie ayam. Gue harus ikhlas ikut kedua orangtua gue dan adik adik gue yang nggak dimana mana pasti berantem.
Kita berangkat naik angkot *alangkah indahnya kalo naik mobil pribadi* salah satu hal yang paling bikin sebel adalah gue harus kecipratan air ujan karena pintu angkot gapernah ketutup. Kalo ketetutup mana ada penumpang yang mau masuk. Nggak lama kemudian ada seorang ibu ibu yang naik angkot. Sepertinya dia naik motor dan karna hujan dia naik angkot. Saat dilampu merah teryata disana tidak hujan besar. Dan ibu ibu itu berkata “ loh kok disini nggak hujan besar yaa, padahalkan disana hujan besar dan udah hampir setengah jam saya nunggu hujan berenti “. Dari situ gue belajar bahwa kita sudah diajarkan bersabar untuk menunggu, bahkan hal yang nggak pasti. Kita gapernah tau kan kapan hujan akan berenti, tapi kita tetep sabar buat nunggu. Dan saat sudah terlalu lama buat nunggu ibu tadi diberikan dua pilihan harus menunggu atau pergi dengan naik angkot. Dan dia memilih dengan naik angkot. Begitupun dengan hidup, saat sudah lama menunggu dengan kesabaran dia akan dihadapkan pada pilihan tetap menunggu atau pergi dengan pilihan lain.
Itu pelajaran selanjutnya yang gue dapet. Setelah sampai di halte lampu merah, gue turun dari angkot. Dan gue harus nunggu mobil lagi, lagi lagi gue mengeluh dalam hati andai naik mobil pribadi. Gue pasti nggak akan sama seperti ibu tadi yang harus sabar nunggu mobil yang gue sendiri gatau kapan datengnya. Tapi disisi lain gue sadar bahwa ibu itu mampu untuk nunggu setengah jam tanpa ngeluh masa gue yang baru beberapa menit aja udah ngeluh. Saat gue nunggu mobil, ibu gue sempet kenalan sama seorang ibu paruh baya dengan kedua cucunya, dia ingin pergi ke bekasi dan lagi nunggu mobil yang ada ya setiap sejam sekali. Dan dia udah nunggu dihalte lebih dari setengah jam. Saat itu juga gue bersyukur naik angkutan umum. Karena saat gue naik mobil pribadi mungkin gue nggak akan ketemu nenek paruh baya yang masih semangat ini. Saat itu juga ada hal yang membuat hati gue terenyuh, tentang perjuangan seorang ayah sekaligus suami. Mungkin, setiap orang sering melihatnya dipinggir jalan. Itu adalah mereka yang sedang memasang kabel yang panjang atau pipa yang besar di dalam tanah. Saat itu saat hujan sedang derasnya bapak itu turun kedalam tanah dengan pakainan kotor dan diguyur hujan. Dia bukan berasal dari daerah sini dia dari cirebon, bapak ku bertanya padanya. Itu bukan tanpa resiko dia bisa saja terkena sakit karena baju yang dia gunakan basah dan diapun harus terguyur hujan. Tapi dia tetap melakukannya, demi siapa? Tentu saja demi anak dan istrinya demi raja dunia yaitu uang. Iya uang yang akan dia gunakan untuk makan keluargannya, dan sekolah anak anaknya. Dari situ gue belajar bahwa seorang ayah rela berkorban apapun demi keluargannya. Bahwa setiap pekerjaan mengandung resiko. Seorang ayah yang memasuki goa yang terdapat batu kapur atau tambang emas rela mengorbankan dirinya berada dalam goa yang didalamnya untuk bernafas saja sulit, yang sewaktu waktu bisa rubuh dan dia akan tertimbun demi keluargannya.
Dan sudah hampir sepuluh menit gue nunggu mobil yang belum juga datang. Yang bisa gue lakuin saat nunggu adalah memperhatikan setiap kendaraan yang lewat. Setiap wajah yang berbeda. Ada seorang pengendara yang melanggar lalu lintas, menerobos lalu lintas dan akhirnya hampir saja pengendara itu tertabak oleh angkot. Saat itu mungkin tidak ada polisi sehingga pengendara itu berani menerobos lalu lintas. Itulah mengapa dinegara ini banyak kecelakaan lalu lintas, banyak terjadi kemacetan karena sebagian orang mematuhi peraturan hanya karena dia takut pada polisi bukan karena kesadaran sendiri. Padahal saat kita melanggar lalu lintas yang dirugikan bukan hanya diri sendiri tapi orang lain. Seperti kejadian pengendara yang menerobos lalu lintas itu, jika terjadi kecelakaan bukan hanya dirinya yang akan celaka tapi juga supir angkot dan penumpang angkot didalamnya. Dan banyak orang orang yang melanggar peraturan karena terburu buru. Seorang siswa terburu buru karna takut dihukum oleh gurunya, seorang pegawai buru buru karena takut terlambat dan kena omel bosnya. Semua orang terburu buru, semua orang beranggapan bahwa dirinya selalu gundah gulana saat dijalan dan akhirnya mereka mengikuti segla cara agar cepat sampai ketempat tujuan walau melanggar peraturan sekalipun. Bukankah kita sudah diajarkan banyak bersabar? Sabar saat menunggu hujan berenti, sabar saat menunggu angkutan umum, dan saatnya untuk sabar dalam keadaan macet.
Sudah hampir dua puluh menit gue nunggu mobil, dengan menikmati setiap tetesan air yang turun dari langit yang luas. Dan memperhatikan setiap kejadian disekitar kita yang saat ini tidak pernah kita sadari bahwa ada beribu pelajaran didalamnya. Dan akhirnya mobil yang ditunggupun datang. Hari itu masih hujan rintik rintik. Ada satu pelajaran yang sudah sering kita lakukan namun tidak pernah kita sadari. Saat diangkutan umum, saat semua bangku sudah penuh pelajaran itu adalah tentang kesabaran, keikhlasan, dan kekuatan, kita diuji karena kita harus berdiri disepanjang perjalanan.

Setelah melihat segala hal yang terjadi hari itu, kesimpulannya adalah gue mendapatkan apa yang mungkin tidak didapatkan oleh mereka yang naik mobil pribadi. Mungkin mereka bisa duduk manis dengan nyaman untuk pergi jalan jalan. Gaperlu keujanan dan kecipratan air kayak gue atau mereka yang naik angkutan umum. Tapi mereka yang naik mobil pribadi tidak akan bisa merasakan nikmatnya menunggu dengan kesabaran, tidak akan bertemu dengan orang orang berwajah baru yang ramah seperti ibu paruh baya, tidak akan melihat pengendara yang berani melawan lalu lintas, tidak akan merasakan indahnya bersosialisasi dan pelajaran lainnya yang tidak akan didapatkan disekolah.

Untuk itu, mulai sekarang bukalah mata untuk lebih sering melihat setiap sisi dunia yang belum diketahui, bukalah telinga untuk mendengar lebih banyak lagi isi dari sebuah kehidupan dan cerita yang begitu pelan tak terdengar, dan bukalah hati untuk bisa lebih merasakan setiap hal dari sebuah kehidupan dengan penuh cinta yang tak terkalahkan.

‘ Novalda pertiwi ‘

Senin, 06 Januari 2014

Pilihan Harapan


            Saat matahari masih malu menampakan dirinya, dan udara masih sangat dingin, air embunpun masih enggan beranjak dari dedaunan tapi, suara ayam berkokok sudah terdengar dengan lantangnya. ada beberapa orang yang masih berada di alam mimpi, tapi ada diantara mereka yang sedang sarapan bahkan ada diantara mereka yang sedang diperjalanan untuk mencari nafkah atau sekolah. Mereka berangkat sepagi itu bukan tanpa alasan, mereka berangkat sepagi itu karna tempat mereka bekerja atau sekolah sangat jauh dari tempat tinggal mereka. Adapula diantara mereka yang masih terkantuk karna semalam suntuk berkutat dengan tugas dan pekerjaannya.
                Itulah hidup selalu ada perbedaan dan pilihan. Mereka yang masih bermalasan dan bahkan yang masih berada di alam mimpi adalah mereka dengan pilihan mereka. Mungkin ada sebagian dari mereka yang baru pulang kerja malam tadi hingga saat suara lantang ayam terdengar dia masih berada di dalam mimpi. Atauu... ada diantara mereka yang begadang semalam entah untuk apa, hingga saatnya semua orang terbangun dan berusaha nerubah nasib hidupnya dia masih berada di dalam kamarnya tidur dengan pulasnya. Itu adalah pilihan hidup mereka, salah jika “nasib itu harus diterima” karna bagaimana seseorang dimasa depan adalah jawaban atas pilihannya dimasa lalu. Seorang murid yang belajar dengan sungguh sungguh pasti akan mendapatkan nilai yang baik, tapi bila nilai mereka masih kecil saat berusaha dengan sungguh sungguh mungkin ada yang belum benar dengan belajar yang dilakukan atau allah punya nilai lain yang lebih baik untuk dirinya. Begitupun dengan seorang murid yang bermalas malasan dia akan mendapatkan apa yang dia pilih.
                “setiap pilihan ada resikonya” tentu saja. Seorang siswa yang rajin belajar mungkin akan kehilangan waktu berkumpul dan bermain bersama teman temannya sedangkan mereka yang malas belajar akan mendapatkan nilai yang buruk. Seperti yang dikatakan diatas mereka yang sudah berangkat kerja atau sekolah saat matahari masih malu malu masa depannya akan lebih baik dari mereka yang bermalas malasan di pulau kapuk. Namun, tidak dapat dipungkiri setiap pilihan seseorang menjadi perbedaan yang berwarna bagi dunia. Setiap orang memiliki pilihannya masing masing. Dan pilihan itu didasari atas komitmen setiap orang. Seperti saat seseorang memilih menyakiti seseorang dengan membununya secara langsung atau dengan membunuhnya secara perlahan, itu ada pilihan. Menurut sebagian orang mungkin akan lebih baik dengan membunuhnya secara langsung tapi menurut sebagian lagi secara perlahan jauh lebih baik karna secara langsung terlalu biadap. Entahlah..
                Walaupun setiap pilihan seseorang berbeda ada satu hal yang pasti dimiliki oleh semua orang, hal itu muncul saat mereka membuka mata bangun dari mimpi indahnya, saat mereka melihat seseorang, melihat suatu benda, atau saat mereka berada pada awal hari,bulan, atau tahun. Hal itu bernama “HARAPAN” setiap orang tua atau muda, besar atau kecil pasti pernah berharap. Hanya karna harapan itu berada pada hati dan pikiran seseorang sehingga tidak ada satu orangpun yang tau apa yang diharapkan orang disebelahnya saat itu. Saat pagi hari datang setiap orang banyak berharap. Jika setiap harapan dapat dilihat di langit mungkin pagi adalah saat yang banyak tertulis harapan. Seorang pasien rumah sakit berharap pagi ini dokter mengatakan bahwa dia sembuh, seorang ayah berharap pagi ini pekerjaan ya tidak banyak hingga dia bisa beristirahat dengan awal, seorang ibu berharap anak-anaknya diberi kemudahan dalam belajar, dan diberi kesehatan untuk menyelesaikan tugas-tugas rumahnya. Seorang pilot dan penumpang pesawat berharap pagi ini cuaca cerah, tapi beberapa anak ojek payung berharap hari ini hujan deras. Seorang murid berharap hari ini semua pelajaran dapat diikuti dengan baik. Seorang pemilik toko berharap pagi ini banyak pembeli. Ada banyak sekali harapan yang diharapkan oleh setiap manusia pagi itu, tapi setiap harapan orang berbeda beda. Ada yang sama atau mungkin bertolak belakang seperti halnya pilot dan seorang ojek payung.
                Itu harapan disaat pagi, ada harapan saat bertemu seseorang berharap orang itu tersenyum, menyapannya atau apa pun itu. Begitu banyak harapan setiap orang. Tapi...saat seseorang berani untuk berharap dia harus berani untuk kecewa. Karena apa? Karena tidak semua harapan menjadi kenyataan. Karna harapan adalah sebuah doa. Dan tidak semua doa itu diijabah, tidak semua yang diharapkan adalah hal yang terbaik atau mungkin terindah. Percayalah berharap, bermimpi adalah hal yang mutlak ada pada diri seseorang tapi yang maha mengetahui atas apa yang terbaik untuk diri kita adalah ALLAH. Dan percayalah bahwa sebaik apapun mimpi dan harapan kita jika tidak terdapat usaha dan doa hanya akan menjadi abu yang terbang terbawa angin.
-          Novalda Pertiwi -
 

Jumat, 20 Desember 2013

`Beberapa Kata

Beberapa kata yang pernah singgah difikiran saya, tentang kamu, dia, atau mungkin mereka......

            `Terkadang kita harus lari  bukan untuk menghindar tapi untuk menyelamatkan hati yang sudah lama diabaikan`
`Ada rindu disetiap rintikan hujan, seperti sepi disetiap gelapnya malam`
            `Terkadang kita harus lebih memilih tidak melihat, daripada harus mengetahui hal yang menyakitkan`
`Aku mungkin bisa pergi ketempat itu lagi, tapi untuk pergi ketempat yang itu bersama kalian (lagi) yang aku rasa tidak mungkin`
            `Entah karna kita yang tidak pernah mencoba, atau memang kita yang tak mungkin bersama`
            `Cemburu memang, sakit memang membayangkan dekatnya kamu dengan dia tapi hanya sedikit, namun sedikit itu mungkin bisa menjadi banyak`
`Bodoh memang kau sudah berkali kali disakiti, diabaikan, dibiarkan tapi saat dia hanya memberi sedikit senyuman yang bahkan kau tak tau apa maksudnya kau luluh dan mengharapkannya kembali, cinta`
            `Move on itu gabisa ditentuin kapan dan sama siapanya kan, nanti juga bakalan lupa dan perasaan itu akan hilang padda waktunya`

`Kenapa senja selalu menjadi akhir sebuah hari? Karna saat itu semua orang sedang lelah berharap, lelah berusaha, lelah mencintai, lelah berlari, dan lelah mengejar yang tak pasti, dan saat itu mereka merasa bahwa apa yang diharapkan, yang dikejar, yang dicintai, yang menjadi tujuan tidak terwujud. Saat seperti itu senja menjadi lukisan terindah, dengan keajaiban dan membawa keoptimisan. Bahwa hari esok mereka masih memiliki kesempatan untuk berharap, untuk berlari, untuk mencintai, dan untuk mengejar sebuah mimpi. Namun, jangan pernah menyiakan hari ini karna beranggapan bahwa masih ada hari esok. Karna waktu tidak dapat terulang dan penyesalan hanya menjadi sebuah ampass tak bermanfaat.`

Senin, 11 November 2013


‘Antara Bintang, Perasaan Aku Dan Kamu, Serta Kesalahan Ini ’

1.jpg          Di malam yang dingin ini, aku dan kamu bersama hal yang tidak pernah ku pikirkan sebelumnya. Aku yang saat itu dengan senyum bahagiaku menatap langit sambil bercerita banyak tentang bintang, hal yang paling aku kagumi dalam dunia ini. Aku tidak bisa menutupi segala kebahagiaanku aku berada diantara dua hal yang selalu membuatku tersenyum kamu dan bintang. Aku yang selalu bercerita banyak tentang bintang dan mengajakmu untuk melihat bintang. Tapi kamu hanya diam...diam tanpa sepatah katapun keluar. Yang kamu lakukan bukan menatap langit untuk melihat bintang dan menyukai hal yang aku sukai. Yang kamu lakukan hanya diam dan menatap lurus kedepan atau melihatku sebentar. Seharusnya kamu bisa menyukai apa yang aku sukai, seharusnya kamu ikut melihat apa yang aku lihat agar kita memiliki kesamaan. Tapi apalah daya kau hanya diam tanpa menanggapi segala ucapanku bahkan saat aku berkata “ cahaya bintang tidak akan mampu membuat hatiku berdegup kenyang seperti saat melihat senyum seorang insan ciptaan Sang Maha Kuasa ” sebuah kode bahwa kau insan itu yang lebih indah dari bintang kau hanya diam tanpa menanggapi ucapanku dan tidak ikut denganku menatap langit dan melihat bintang. Hal yang aku kagumi selama ini. Dan aku sadar, teryata kau tidak menyukaiku—
                                                                                                                  
          Di malam yang dingin ini, aku dan kamu duduk ditempat yang sama. Kamu yang selalu memandang langit dan bercerita tentang semua bintang yang ada di tata surya. Aku tidak menyangka mengapa kamu sangat menyukai bintang, kamu bercerita banyak tentang bintang dan segala hal di tata surya. Kamu banyak mengetahui tentang tata surya. Aku jadi berfikir apa kamu tau semua tentangku. Sepertinya tidak, untuk mengalihkan pandanganmu padaku saja kau tidak sempat. Kau hanya memandang langit memuji setiap cahaya yang dihasilkan bintang. Kamu tidak melihat setiap pandangan cemburuku pada bintang, seharusnya aku tidak cemburu tapi aku cemburu. Ah lelaki macam apa aku ini, cemburu pada benda mati seperti bintang. Dan saat kau berkata “ cahaya bintang tidak akan mampu membuat hatiku berdegup kenyang seperti saat melihat senyum seorang insan ciptaan Sang Maha Kuasa ” kata kata itu membuat seketika diriku merasa percaya diri bahwa kau menyukaiku tapi perasaan itu hancur dan hilang saat kau berkata “ tapi cahaya bintang dapat menenangkanku dari senyum insan itu “ ahh aku sadar teryata bintang jauh berharga dari seseorang yang dari tadi mendengar ucapan kosongnya tentang bintang. Teryata kau tidak bisa membaca bahwa diriku jatuh cinta padamu, bahwa diriku rindu padamu. Kau hanya memandang yang jauh diatas sana tapi tak melihat aku yang disampingmu. Dan aku sadar, teryata kau tidak menyukaiku—


                                                                                                                  
-Selalu ada salah paham diantara cinta sebelum cinta itu diungkapkan-
11 november 2013
            pertiwinovalda@yahoo.com
@ollallaa_

Senin, 28 Oktober 2013

- coretan -


Mungkin hanya sebuah kata, memang tak berarti apa apa
Ini hanya sebuah hasil dari jentikan jari yang menari,
Mungkin hanya seluruh deretan huruf yang saling terpadu
Tidak punya arti memang, jika kau hanya membacanya
Tapi ini sebuah ungkapan yang tak mampu tuk disampaikan
Sederet rasa dan asa yang tak mungkin tuk diucapkan,

Mungkin kau tidak merasakan apa pun saat membacanya
Mungkin juga kau hanya paham tanpa terhipnotis
Tidak salah memang,
karna ini hanya sebuah huruf yang menjadi kata dan berubah menjadi  kalimat
kalimat yang menjelaskan isi, bukan isi sebuah jawaban tapi isi sebuah perasaan
sudah jelas bahwa kata yang tersusun ini memiliki arti
kau harus membacanya lagi, jangan hanya dengan mulut
tapi juga dengan hati, agar kau dapat merasakan
setiap arti dari jentikan jari ini,
agar kau dapat merasakan setiap rasa dan asa jari ini
bukan hanya rasa dan asa, tapi juga cemburu dan rindu
kau harus membacanya, jika ingin merasakan
kau harus membacanya dengan hati, iyaa.... dengan hatimu....


 tidak akan pernah ada kata menunggu, jika tidak ada hal yang berarti,
Tidak akan ada rasa khawatir, jika tidak ada rasa peduli,
Aku tidak mungkin murung, saat melihat kau dengan yang lain,
Jika tidak ada cemburu, tidak akan ada cemburu jika tidak akan ada cinta,
Tidak akan pernah ada rasa cinta, jika aku tidak melihatmu ..

Memang kamu tidak lelah?
Aku hanya manusia, bukan malaikat
Perasaan lelah itu selalu datang, datang lagi, dan pergi
Bukan hanya lelah tapi juga resah, aku tidak tau resah karna apa
Mungkin lelah berharap kehadiran kau, tapi kini harapan itu tak ada lagi

Lalu apa yang kau tunggu?
Aku tidak tau, aku tidak tau menunggu apa, aku sudah nyaman dengan semua ini aku nggak bangkit
Tidak aku tidak nyaman, aku terbelenggu
Terbelenggu oleh rasa yang kubuat sendiri, jangan kau fikir aku tak pernah bangkit
Aku selalu mencoba bangkit tapi aku kembali, entah karna apa...”

Rabu, 23 Oktober 2013

penyesalan ---

kenapa membiarkan orang lain menunggu jika menyukai orang lain?

kenapa menberi harapan jika sebenarnya perhatianmu sudah untuk orang lain?

kenapa harus terjadi kesalahan kedua jika kesalahan pertama sudah membuatmu terluka?

kenapa harus menyukai orang yang selalu membuatmu terluka?

kenapa harus mengharapkan orang yang tidak harus diharapkan?

kenapa harus bahagia saat diberi sedikit harapan?

kenapa harus ada kepura puraan kalo yang kamu rasakan sama dengan apa yang dia rasakan?


-kepura puraan ada karna ketidak adaannya perasaan yang sama-


seharusnya tidak ada pertanyaan itu ..

seharusnya aku tidak kembangkan perasaan ini ..

seharusnya perasaan ini hanya sebatas mengangumi ..

seharusnya tidak ada sms dari aku di hp mu dulu ..

seharusnya aku tidak cerita sama temanku tentang kamu ..


karnaaa sebenarnyaa kamuu ........ terlalu sempurna

karna kamu hal yang nggak mungkin untuk jadi nyata ..

karna kamu tidak mungkin punya perasaan yang sama ..


harusnya aku sadar sama semua itu duluu 

harusnya aku berfikir dua kali untuk sms kamu duluu 



tapi sekarang udah telat, udah terlanjur ....

setiap kata seharusnya , kenapaa 

                                                      - penyesalan selalu datang diakhir-

                                                                                - 23 oktober 2013 , novalda pertiwi -



Kamis, 17 Oktober 2013

Dwitasari :): Mungkin, aku terlalu berharap banyak

Dwitasari :): Mungkin, aku terlalu berharap banyak: Rasanya semua terjadi begitu cepat, kita berkenalan lalu tiba-tiba merasakan perasaan yang aneh. Setiap hari rasanya berbeda dan tak lagi s...

Dwitasari :): Jika dari Awal Aku Tak Mengenalmu

Dwitasari :): Jika dari Awal Aku Tak Mengenalmu: Akhirnya, aku sampai di tahap ini. Posisi yang sebenarnya tak pernah kubayangkan. Aku terhempas begitu jauh dan jatuh terlalu dalam. Kukira...

Senin, 14 Oktober 2013

- BAJ -



Jarum jam terus berputar
Waktu terus berjalan
Ketika senja menjadi akhir
Dengan seruan suaranya

Suara yang mengiringi kegelapan
Bersama harapan yang terlupakan
Ditemani keindahan cahaya bulan
Laksana datangnya secercah kerinduan

Hadir bagai petir yang menggelegar
Mengiringi hujan dikala senja
Menemani seluruh asa sebuah harapan
Mengujam hati yangdiabaikan

Ku basuh wajah dengan air suciMu
Ku bentangkan tempat permohonanku
Ku dirikan kewajibanku
Kusujdkan kepalaku bersama  harapku

Menyampaikan seluruh rindu
Menjatuhkan sebutir penyesalan
Meluapkan seluruh guntur yang dirasakan
Aku berserah padaMU

Rabu, 21 November 2012

Bukan Aku



Melihatmu slalu jauh dariku
Melihatmu tanpa ada timbal balik
Itu sangat menyakitkan
Bukan untukku tapi hatiku

Kau seperti sebuah bunga
Bunga di suatu taman
Yang begitu indah
Namun tak dapat dimiliki

Bila harus memilih aku memilih
Aku memilih untuk tidak jatuh hati
Jika jatuh yang ku rasakan menyakitkan
Menyakitkan untuk hatiku

Hatiku sudah berteriak namamu
Namun, dirimu tak mendengarnya
 Msataku sudah memanggilmu
Namun, kau tak melihatnya

Tak pernahkah kau sadar
Lihat dan dengar hatiku
Balas dan bawa aku
Untuk memasuki duniamu .

Senin, 19 November 2012

10 Cara Praktis Mengatasi Rasa Marah

1. Ketika anda marah jangan mengatakan apa-apa.
Jika kita berbicara dalam rasa marah, kita pasti akan memperburuk situasi dan sangat mungkin menyakiti perasaan orang lain. Jika kita berbicara dalam rasa marah, kita mungkin akan menemukan bahwa orang-orang akan menanggapi dengan rasa marah juga, menciptakan sebuah lingkaran kemarahan. Namun jika kita bisa menjaga untuk tetap diam, maka akan memberikan waktu untuk emosi kemarahan meninggalkan kita.
.
“Ketika marah, hitunglah sampai sepuluh sebelum anda berbicara. Jika anda sangat marah, hitunglah sampai seratus. ”
- Thomas Jefferson –

2. Acuhkan terhadap orang-orang yang berusaha membuat kita marah.
Sialnya, beberapa orang mungkin memiliki niat jahat dengan mencoba membuat anda marah dan mengambil kesenangan dari anda. Namun jika kita bisa mengacuhkan kata-kata mereka dan tidak merespon dengan cara apapun provokasi mereka, mereka akan kehilangan minat dan tidak mengganggu kita di waktu mendatang.

3. Gunakan alasan untuk menghentikan kemarahan.
Ketika kita marah, katakan kepada diri sendiri “kemarahan ini tidak akan membantu saya dengan cara apapun. Kemarahan ini akan membuat situasi lebih buruk.” Bahkan jika sebagian dari kita masih marah, suara batin kita akan membantu kita untuk menjauhkan diri dari emosi kemarahan

4. Bersikap baik pada orang lain.
Visualisasi lain yang disarankan oleh seorang guru spiritual adalah melihat agen kemarahan sebagai anak berusia 5 tahun. Jika anda berpikir tentang orang lain sebagai anak berusia 5 tahun yang tak berdaya, kasih sayang dan pengampunan anda yang akan muncul. Jika adik kecil anda tidak sengaja menusuk anda, anda tidak akan merasakan kemarahan dan keinginan untuk membalas. Sebaliknya anda hanya akan merasa dia masih terlalu muda dan perlu tahu hal-hal yang lebih baik. Latihan ini mungkin sangat berguna bagi anggota keluarga dekat yang kadang-kadang menimbulkan rasa marah anda.

5. Nilai perdamaian jauh lebih tinggi dibanding rasa marah.
Jika kita menghargai ketenangan pikiran sebagai harta kita yang paling penting, kita tentu saja tidak akan membiarkan kemarahan tetap ada dalam sistem kita. Seperti Sri Chinmoy pernah katakan :
“Anda mungkin punya hak untuk marah dengan seseorang, tetapi anda tahu bahwa dengan marah kepadanya anda hanya akan kehilangan kedamaian pikiran anda yang berharga ..”

6. Selalu mencoba untuk memahami mereka yang marah pada anda.
Jangan khawatir  jika anda memiliki perasaan untuk membela diri dari kritik mereka. Jika anda dapat tetap tenang, mereka mungkin mulai merasa bersalah melampiaskan kemarahan mereka pada anda. Terinspirasi oleh contoh ketenangan anda, mereka akan sadar dan berusaha untuk melakukan hal yang sama.

7. Fokus pada sesuatu yang sama sekali berbeda.
Misalkan seseorang telah melakukan sesuatu yang membuat anda marah. Pikirkan tentang sesuatu yang akan membuat anda bahagia. Penangkal terbaik untuk negatif adalah fokus pada yang positif,

8. Tarik nafas dalam-dalam
Tindakan sederhana dengan menarik nafas dalam-dalam akan sangat membantu anda dalam menghilangkan kemarahan.

9. Meditasi.
Berlatih meditasi secara teratur untuk membawa kedamaian batin anda kedepan. Jika kita dapat memiliki akses menuju kedamaian batin, maka kita akan mampu memanfaatkan hal ini selama masa pengujian.

10. Tersenyum.
Ketika kita tersenyum kita meredakan banyak situasi negatif. Tersenyum adalah cara menawarkan niat baik kepada orang lain. Tersenyum tidak memerlukan biaya apa-apa, selain efektif dapat meredakan situasi tegang.